PAMIT..

Juli 20, 2008

musim demi musim tlah berganti,waktupun tlah berlalu dan..

tak terasa 3 tahun sudah kami berada di negeri sakura ini,sudah saatnya kami untuk undur diri karena tugas kami sudah selesai di sini.

ada banyak hal yang telah kami lewati di sini,susah senang tangis dan juga canda tawa semuanya telah kami telan seiring waktu berjalan.sungguh sebuah pengalaman yang tak akan tergantikan sampai kapanpun.

terima kasih untuk semua yang telah membantu kami dalam segala hal,sekali lagi terima kasih.

terima kasih juga untuk semua teman-teman yang sudah mampir ke blog sederhana  ini,sungguh sebuah kehormatan yang tak terkira bagi kami.

untuk kelanjutan blog ini tentu kami serahkan kepada yunior-yunior kami,dan kami yakin mereka akan bisa dengan lebih baik melanjutkan blog ini.

kini,sudah saatnya kami pulang ke kampung halaman,ke negri tercinta indonesia.semoga kami bisa membawa hal-hal yang baik yang kami “pelajari” di sini.

sekali lagi kami mohon pamit,dan terima kasih untuk semuanya.

dari kami berlima:MUFU,FERU,IKA,TOHIRU,DEVI


SIDAK JITCO!

Januari 24, 2008

mendadak 

hari ini tempat tinggal kami kedatangan tamu tak di undang,atau bahasa pejabatnya di sidak alias di inspeksi mendadak.dan tamu tak di undang itu adalah utusan JITCO (Japan International Training Cooperation Organization) atau Dirjen Pemagangannya jepang.

yang di sidak tentu bukan harga kedelai yang lagi melangit,tapi kelayakan tempat tinggal dan segala yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kami.

utusan jitco kali ini di dampingi “krupuk” nama kachou (setingkat manager lah..) perusahaan tempat kami magang dan juga dua orang calo dari IMM Japan.

inspeksi di lakukan dari pertama membuka pintu,mengecek rak sepatu kemudian di teruskan menuju kamar tidur.di kamar tidur mereka menggeledah dengan membuka kasur yang kami pakai.kemudian di teruskan ke bagian dapur,kulkas menjadi target utamanya untuk memastikan apakah makanan yang kita konsumsi masuk akal.bahkan,ketika di dalam kulkas tidak di temui sayuran langsung di tanyakan.

saklar listrik,alarm gas beracun dan lampu tak luput dari pengecekan.petugas dari JITCO tampak sibuk mencatat sesuatu entah apa.kemudian pengecekan di teruskan ke kamar mandi,mesin cuci dan di teruskan ke toilet.

di toilet yang sebenarnya sudah bersih (paling nggak menurut kami) petugas tadi mengeluarkan sebuah alat pengukur ketajaman bau mungkin namanya “baumeter”.dan butuh beberapa saat untuk memastikan bahwa toilet aman.

dan sebelum mereka pergi,sempat juga mengecek apakah tertempel dengan baik nomor-nomor penting untuk urusan gawat darurat.

sebenarnya kegiatan ini rutin di lakukan tiap beberapa bulan sekali,namun kami tidak tahu persis kapan datangnya.

harapan kami,semoga apa yang mereka lakukan bisa di tiru oleh bangsa kita indonesia agar mampu memperhatikan keadaan rakyatnya,amin.