KERJAKAN YANG KITA MAMPU

Juni 29, 2007

sekecil apapun itu..

 “yang nganggur,suntik mati saja..”

itulah salah satu pendapat unik temen kami ketika ngobrol-ngobrol santai di hari libur.tentu kami tertawa mendengarnya.

ngobrol tentang tumbuh pesatnya pengangguran di negri kita indonesia.

terdengar nyleneh memang,tapi kalau kita pahami pendapat itu bukannya tidak berdasar.tapi juga bukannya bisa di benarkan,masak yang nganggur mau di suntik mati?edan apa.

pernyataan di atas merupakan sebuah kiasan yang mencoba menggambarkan betapa susahnya mencari solusi untuk masalah pengangguran itu sendiri.

masalah yang tidak mungkin bisa di atasi oleh satu pihak,tapi semua pihak di tuntut untuk memberikan kontribusinya,sekecil apapun itu.

kadang kita berpikir bahwa urusan pengangguran dan yang lain-lain adalah mutlak tugas pemerintah,tugas negara.memang benar negara berkewajiban memberikan pekerjaan yang layak kepada rakyatnya,tapi tidakkah kita pernah berpikir bahwa kita juga merupakan bagian dari negara itu sendiri?

sekecil apapun yang bisa kita lakukan tentunya akan berpengaruh besar jika semua orang melakukanya.apapun itu bentuknya.

misalnya semua orang bertekad untuk tidak jadi pengangguran,ini akan sangat baik sekali.karena sudah punya tekad tentunya akan ada usaha secara maksimal.

walaupun obrolan seperti yang kami lakukan terdengar sepele,namun apabila bisa menghasilkan renungan yang pada akhirnya menjadi tekad yang baik, ini juga sudah merupakan kontribusi kita.

ada sebuah cerita..

hari itu salah satu hari yang dingin menjelang musim hujan,ketika seorang petani melihat seekor burung walet berbaring telentang di tengah ladangnya .

Petani itu berhenti mencangkul lalu menghampiri mahluk bersayap yang lemah itu ,seraya bertanya mengapa kau berbaring dengan kaki keatas seperti itu?Kudengar langit akan runtuh hari ini sahut sang walet
Petani itu berdecak apa menurutmu kau dapat menahan langit dengan sepasang kaki kurusmu?

Bukankah orang harus mengerjakan yang mampu diperbuatnya,”sahut sang burung dengan tegas.

cerita di atas mungkin bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi masalah-masalah yang melanda bangsa kita.walau sekecil apapun itu,kerjakan yang kita mampu.

Iklan

PESTA IMM JAPAN

Juni 25, 2007

img_0556jpg23.jpg

ini adalah pemandangan suasana acara anzen taikai IMM Japan cabang fukuoka yang di selenggarakan pada hari minggu 24 juni 2007.acara yang bertema “pertemuan hari libur kenshusei jitsushei acara kesehatan dan keselamatan 2007″ini di hadiri oleh ratusan peserta magang baik dari indonesia,vietnam maupun thailand.

kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ini berlangsung meriah.karena selain di isi beberapa sambutan dari pihak terkait juga ada acara hiburan yang meliputi konser grup musik,karaoke sulap dan masih banyak yang lain.

selain itu juga ada kuis-kuis berhadiah yang di pandu oleh para staf IMM japan.

selain sebagai tempat untuk mengingatkan kembali pentingnya keselamatan kerja,acara ini juga selalu di nanti oleh para peserta magang di jepang karena merupakan juga sarana temu kangen dengan teman-teman seperjuangan yang sibuk larut dengan pekerjaan masing-masing.

kami dari ONODA FAMILY mendapat kesempatan untuk hadir walaupun tidak semuanya.sebagai bentuk partisipasi dan menambah “kelucuan” kami berhasil menyumbangkan duet maut penyanyi-penyanyi kami,he.he….


KISAH SI PENEBANG POHON

Juni 16, 2007

rileks..

 

Alkisah,seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutan nya.karena gaji yang di janjikan dan kondisi kerja yang bakal  di terima sangat baik,sehingga si calon penebang pohon itupun betekad untuk bekerja sebaik mungkin.

saat mulai bekerja si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukan area kerja yang harus di selesaikan dengan target waktu yang telah di tentukan kepada si penebang pohon.

hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon.sore hari,mendengar hasil kerja si penebang,sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus.”hasil kerjamu sungguh luar biasa!saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu.belum ada yang pernah sepertimu sebelum ini.teruskan bekerja seperti itu”.

sangat termotivasi oleh pujian majikannya,keesokan hari si penebang bekerja dengan lebih keras lagi.tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon.hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi,tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan.semakin bertambahnya hari semakin sedikit pohon yang berhasil di robohkan.”sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku,bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan pekerjaan ku kepada majikan?”pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa.dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan.meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya,”kapan terakhir kamu mengasah kapak?”

“mengasah kapak?saya tidak punya waktu untuk itu,saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”.kata si penebang.

nah di sinilah masalahnya.ingat,hari pertama kamu bekerja?dengan kapak baru dan terasah,maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa.hari-hari  berikutnya denga tenaga yang sama,dengan kapak yang sama namun tidak di asah,kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun.maka sesibuk apapun kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu,agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dengan  hasil  yang maksimal.

sekarang mulailah mengasah kapakmu,dan segera kembali bekerja”perintah sang majikan.sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terima kasih,si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

istirahat bukan berarti berhenti

tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

sama seperti si penebang pohon,kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak oleh rutinitas terpola.sibuk,sibuk dan sibuk,sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya,yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan,wawasan dan spiritual.jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini,pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis,berwawasan dan selalu baru!

By Andrie Wongso