SLAMET,SI TUKANG TEMBAK

November 23, 2007

tukang tembak 

Slamet,begitu orang biasa memanggilku.tubuhku kurus rambut agak keriting dan kata temanku wajahku mirip salah satu penyanyi dangdut terkenal.

pekerjaanku adalah on the job training di salah satu perusahaan di jepang atau bahasa gaul nya adalah TKI.ya, aku salah satu korban yang tergilas roda kemiskinan di negri yang konon kata pak guru SD ku subur dan makmur.

aku di besarkan di lingkungan yang kumuh,keras dan jauh dari ketenangan.mungkin itu juga yang membuatku selalu susah untuk bergaya hidup bak japanese yang konon selalu menjaga kebersihan,jujur dan taat peraturan.

***

suatu senja di awal musim dingin,aku masih duduk di sebuah taman sebrang mall yang lumayan jauh dari tempat mondokku.

tentu pacar setiaku selalu menemaniku,apalagi di saat dingin seperti ini.dia selalu ada untuk sekedar memberikan kehangatan.dan tak pernah tergantikan sampai sekarang,karena dia memang tak pernah rewel walau kadang aku jepit dia di saku celanaku yang kumal.

ku hisap dia,nikmat pun terasa bersamaan mengepulnya asap.seorang temanku terlihat sibuk mengepal-ngepalkan tangan nya,menggigil menahan dingin.

ayo pulang met,udah dingin ni..”ucapnya memohon.

ntar baru jam 5 lebih kok..”kataku setelah melihat jam digital yang tertera di telepon genggamku.

pikiranku memang sudah di rasuki iblis.aku tak mau buang-buang uang banyak cuma gara-gara stasiun tempat ku turun nanti masih terjaga.gajiku kecil,lagi pula dulu negaraku pernah di jajah oleh negri ini,kenapa sekarang kita tidak menjajahnya dengan cara kita sendiri,gumamku dalam hati mencoba ber argumen.

aku berjalan menyusuri lorong,terlihat kontras di keramaian karena memang warna kulit dan style ku yang berbeda dengan mereka.aku mendekat ke tembok yang terdapat mesin penjual tiket yang entah apa namanya.setelah bertransaksi aku bergegas menuju pintu ajaib yang tampak sibuk melayani orang yang keluar masuk.

aku menerawang sekeliling,mencoba mencari perlindungan dari hembusan udara dingin yang makin menusuk.untunglah tak lama kemudian datang juga kereta yang ku tunggu di barengi suara merdu pemandu stasiun yang sebenarnya aku tak paham betul artinya,lagian apa urusanku.

karena kesigapanku aku berhasil juga mendapatkan tempat duduk.tidak seperti temanku yang harus berdiri bergelantungan dengan mahluk-mahluk asing.

andaikan disini aku menghisapmu sayang,tentu perjalanku bertambah indah“.

gumamku sambil merapikan pacarku yang terjepit di selangkangan.

kereta terus berjalan,orang-orang di sekitarku tampak sibuk membaca buku,ada yang mengantuk dsb.akupun enjoy,terlena dengan alunan musik yang terdengar sayup-sayup dari earphone ku.

***

dalam pandangan mataku yang mulai sayu,aku melihat petugas kereta yang mondar-mandir menenteng tas kecil yang entah apa isinya.

aku kaget,mataku yang setengah tertutup melihat petugas yang tidak begitu jauh dari tempat duduku membungkukan badan dan berkata sesuatu yang tidak begitu jelas bagiku.

celaka,pemeriksaan tiket..!”gumamku dalam hati.

dadaku bergemuruh ketika melihat orang-orang di depanku menunjukan tiketnya.aku bingung,petugas itu semakin mendekat tinggal beberapa kursi depanku.aku mencoba menguasai keadaan.kepejamkan mata,agar terlihat seperti orang tidur.dan berdasarkan pengalamanku cara ini jitu karena hampir tak mungkin petugas kereta berani membangunkan penumpang yang sedang tidur.

hatiku masih berdetak kencang,kali ini aku merasakan hal yang tidak biasa.pikiranku berkecamuk namun tiba-tiba aku teringat kalau aku bisa membayar kekurangan tiket di dalam kereta.

maaf bisakah anda menunjukan tiket anda..?”

suara bernada sopan itu persis berada di depanku.aku tak mempedulikan nya.mataku masih terpejam dalam kepura-puraan.

selamat malam bapak,bisakah anda menunjukan tiket anda?”suara petugas kereta itu masih terdengar.

aku tak bergeming..

namun kali ini aku kaget karena sebuah tangan menepuk pundakku perlahan dan kembali suara itu terdengar.

aku berakting pura-pura baru terbangun dari tidur,aku mendapati wajah petugas tersenyum aneh dengan topi terangkat dari kepalanya.

ini..”

aku menyerahkan selembar tiket dengan tangan gemetar dan langsung ku rogoh dompetku bermaksud menutupi kekurangan harga tiketku.

anda turun di mana..?”tanya petugas.

saya turun di on*** pak”jawabku mantap.

ya,ini tiket anda.terima kasih..”sambung petugas itu.

aku terbengong-bengong sambil melirik dompetku yang sudah terbuka.

goblok apa gi mana tu orang..”gumamku dalam hati.

dadaku tak lagi berdebar,

aman..”bisikku dalam hati.

tapi terasa ada sesuatu yang mengganjal.

***

kaca kereta tampak mulai basah oleh embun dingin yang manja,penumpang dalam kereta pun banyak berkurang.dan tinggal satu stasiun lagi aku sampai di tujuan.

tak lama kemudian kereta berhenti di tempat tujuanku,stasiun kecil yang tampak sunyi bila menjelang malam.aku turun berjalan menyusuri lorong sambil melihat tiketku.mencoba mencari jawaban atas apa yang baru saja terjadi.

seperti biasa stasiun ini sepi tak ada seorang petugas pun nampak berjaga,aku melenggang melewati pintu gerbang.

langkahku terhenti di gerbang stasiun.aku melihat 2 orang memakai jas dan seorang dengan seragam dinas petugas kereta,dengan senyum berwibawa menyapaku.belum sempat aku menjawab dia menunjukan lencana dan langsung berkata.

“kami polisi”.

Iklan

YAMAGUCHI MEMBARA..

November 12, 2007

ube

ups!jangan salah sangka dulu dengan judul di atas.bukan nya ada pilem gituan yang beredar gelap di Yamaguchi atau juga ada kebakaran di Yamaguchi ken sehingga membara.bukan,bukan..!

terus apa pak dhe?

makanya simak baik-baik le..

ini adalah kabar gembira bagi warga indonesia yang tinggal di Yamaguchi ken.

kabar apa si pak dhe?

makanya di simak dulu le, jangan nanya terus..!(sambil melototin thole..).

gini ceritanya,kemarin pas hari minggu 11 nopember 2007 ada acara welcome party menyambut warga baru penduduk ube.mereka adalah para mahasiswa dan mahasiswi (yang tentunya tampan2 dan cantik2 le..) yang sedang di studi di ube.

jumlah mereka ada 5 orang terdiri dari 2 orang mahasiswa dan 3 orang mahasiswi.

acaraya sendiri di adakan di International House Yamada Daigaku Ube.

di mana itu pak dhe?

itu lo le,tempat yang dulu biasa buat kumpul-kumpul sambil makan bakwan goreng..

oooo,itu to pakdhe..

gimana acaranya pak dhe?

walaupun acara di langsungkan dadakan,namun cukup meriah karena di koordinir langsung oleh pak Yusuf (Gubernur Yamaguchi -red).

acara di awali dengan sambutan pak gubernur,ramah tamah dan tentunya acara puncaknya,makan-makan!

kru ONODA FAMILY yang kebetulan sedang libur bisa dateng untuk meramaikan dan juga meliput tentunya (gaya2 dikit gak apa2 ya tole,pakai bahasa meliput.!)

lalu apa hubunganya dengan YAMAGUCHI MEMBARA pakdhe?

nah ini yang mau pakdhe terangin le..

dengan datangnya para mahasiswa tadi tentunya sebuah harapan baru muncul dan akan segera terwujud kembali yamaguchi yang “membara” dengan kegiatan bersama yang selama ini “beku”.

kegiatan makan-makan ya pakdhe?

lha itu kan kamu perut aja di urusin..

sesama bangsa indonesia saling kenal dan bersilaturahmi itu kan penting le..

tapi ya bener juga kamu,makan-makan itu penting juga thole.. (pakdhe tersenyum lalu pergi ngeloyor..)

mau ke mana pakdhe?

ya mandi,gak kaya kamu yang di depan komputer terus belum mandi.!

(tole tersenyum kecut melototin tulisan ini)