SLAMET,SI TUKANG TEMBAK

tukang tembak 

Slamet,begitu orang biasa memanggilku.tubuhku kurus rambut agak keriting dan kata temanku wajahku mirip salah satu penyanyi dangdut terkenal.

pekerjaanku adalah on the job training di salah satu perusahaan di jepang atau bahasa gaul nya adalah TKI.ya, aku salah satu korban yang tergilas roda kemiskinan di negri yang konon kata pak guru SD ku subur dan makmur.

aku di besarkan di lingkungan yang kumuh,keras dan jauh dari ketenangan.mungkin itu juga yang membuatku selalu susah untuk bergaya hidup bak japanese yang konon selalu menjaga kebersihan,jujur dan taat peraturan.

***

suatu senja di awal musim dingin,aku masih duduk di sebuah taman sebrang mall yang lumayan jauh dari tempat mondokku.

tentu pacar setiaku selalu menemaniku,apalagi di saat dingin seperti ini.dia selalu ada untuk sekedar memberikan kehangatan.dan tak pernah tergantikan sampai sekarang,karena dia memang tak pernah rewel walau kadang aku jepit dia di saku celanaku yang kumal.

ku hisap dia,nikmat pun terasa bersamaan mengepulnya asap.seorang temanku terlihat sibuk mengepal-ngepalkan tangan nya,menggigil menahan dingin.

ayo pulang met,udah dingin ni..”ucapnya memohon.

ntar baru jam 5 lebih kok..”kataku setelah melihat jam digital yang tertera di telepon genggamku.

pikiranku memang sudah di rasuki iblis.aku tak mau buang-buang uang banyak cuma gara-gara stasiun tempat ku turun nanti masih terjaga.gajiku kecil,lagi pula dulu negaraku pernah di jajah oleh negri ini,kenapa sekarang kita tidak menjajahnya dengan cara kita sendiri,gumamku dalam hati mencoba ber argumen.

aku berjalan menyusuri lorong,terlihat kontras di keramaian karena memang warna kulit dan style ku yang berbeda dengan mereka.aku mendekat ke tembok yang terdapat mesin penjual tiket yang entah apa namanya.setelah bertransaksi aku bergegas menuju pintu ajaib yang tampak sibuk melayani orang yang keluar masuk.

aku menerawang sekeliling,mencoba mencari perlindungan dari hembusan udara dingin yang makin menusuk.untunglah tak lama kemudian datang juga kereta yang ku tunggu di barengi suara merdu pemandu stasiun yang sebenarnya aku tak paham betul artinya,lagian apa urusanku.

karena kesigapanku aku berhasil juga mendapatkan tempat duduk.tidak seperti temanku yang harus berdiri bergelantungan dengan mahluk-mahluk asing.

andaikan disini aku menghisapmu sayang,tentu perjalanku bertambah indah“.

gumamku sambil merapikan pacarku yang terjepit di selangkangan.

kereta terus berjalan,orang-orang di sekitarku tampak sibuk membaca buku,ada yang mengantuk dsb.akupun enjoy,terlena dengan alunan musik yang terdengar sayup-sayup dari earphone ku.

***

dalam pandangan mataku yang mulai sayu,aku melihat petugas kereta yang mondar-mandir menenteng tas kecil yang entah apa isinya.

aku kaget,mataku yang setengah tertutup melihat petugas yang tidak begitu jauh dari tempat duduku membungkukan badan dan berkata sesuatu yang tidak begitu jelas bagiku.

celaka,pemeriksaan tiket..!”gumamku dalam hati.

dadaku bergemuruh ketika melihat orang-orang di depanku menunjukan tiketnya.aku bingung,petugas itu semakin mendekat tinggal beberapa kursi depanku.aku mencoba menguasai keadaan.kepejamkan mata,agar terlihat seperti orang tidur.dan berdasarkan pengalamanku cara ini jitu karena hampir tak mungkin petugas kereta berani membangunkan penumpang yang sedang tidur.

hatiku masih berdetak kencang,kali ini aku merasakan hal yang tidak biasa.pikiranku berkecamuk namun tiba-tiba aku teringat kalau aku bisa membayar kekurangan tiket di dalam kereta.

maaf bisakah anda menunjukan tiket anda..?”

suara bernada sopan itu persis berada di depanku.aku tak mempedulikan nya.mataku masih terpejam dalam kepura-puraan.

selamat malam bapak,bisakah anda menunjukan tiket anda?”suara petugas kereta itu masih terdengar.

aku tak bergeming..

namun kali ini aku kaget karena sebuah tangan menepuk pundakku perlahan dan kembali suara itu terdengar.

aku berakting pura-pura baru terbangun dari tidur,aku mendapati wajah petugas tersenyum aneh dengan topi terangkat dari kepalanya.

ini..”

aku menyerahkan selembar tiket dengan tangan gemetar dan langsung ku rogoh dompetku bermaksud menutupi kekurangan harga tiketku.

anda turun di mana..?”tanya petugas.

saya turun di on*** pak”jawabku mantap.

ya,ini tiket anda.terima kasih..”sambung petugas itu.

aku terbengong-bengong sambil melirik dompetku yang sudah terbuka.

goblok apa gi mana tu orang..”gumamku dalam hati.

dadaku tak lagi berdebar,

aman..”bisikku dalam hati.

tapi terasa ada sesuatu yang mengganjal.

***

kaca kereta tampak mulai basah oleh embun dingin yang manja,penumpang dalam kereta pun banyak berkurang.dan tinggal satu stasiun lagi aku sampai di tujuan.

tak lama kemudian kereta berhenti di tempat tujuanku,stasiun kecil yang tampak sunyi bila menjelang malam.aku turun berjalan menyusuri lorong sambil melihat tiketku.mencoba mencari jawaban atas apa yang baru saja terjadi.

seperti biasa stasiun ini sepi tak ada seorang petugas pun nampak berjaga,aku melenggang melewati pintu gerbang.

langkahku terhenti di gerbang stasiun.aku melihat 2 orang memakai jas dan seorang dengan seragam dinas petugas kereta,dengan senyum berwibawa menyapaku.belum sempat aku menjawab dia menunjukan lencana dan langsung berkata.

“kami polisi”.

5 Balasan ke SLAMET,SI TUKANG TEMBAK

  1. Um Ibrahim mengatakan:

    Lam’ kenal…

    kekurangannya sengaja/tdk sengaja?😉
    Jadi inget waktu disana, gara2 gak bisa baca huruf kanji yg diotomat karcis, ikutan aja sama tombol yg dipencet org jepang sebelum kita, akhirnya aku & bapakku bayar kelelebihan banyak, begitu jg nyeselnya bukan maen🙂

  2. onoda mengatakan:

    lam kenal juga um..
    wah klo di tanya sengaja apa tidak ,jawabanya ada di dalam cerita om,hehe..
    huruf kanji juga salah satu masalah yang rumit bagi kami..

    salam hangat

  3. fikri92 mengatakan:

    huruf kanji itu gimana bacanya ?ajari saya ya
    fikri92.wordpress.com
    ssalam kenal

  4. kenshusei mengatakan:

    eh, jadi ceritanya karena tiket ga sesuai, trus petugas nya ga mau dibayar kekurangannya di atas kereta, akhirnya ditangkap polisi?
    🙂

  5. heriyama mengatakan:

    hayah kalo berani nembak shinkanseng,……….bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: